Jakarta – Tersingkapnya kasus-kasus pembunuhan yang dilakukan Very Idam alias Ryan, menambah catatan rangkaian pembunuhan berantai di Indonesia. Selama 15 tahun terakhir, sedikitnya ada 8 pembunuhan berantai. Yang jadi korban, bisa teman dekat, ada juga yang tak punya hubungan apa-apa dengan pelaku.
Para pelaku pembunuhan berantai itu divonis hukuman mati. Kasus pembunuhan berantai apa dan siapa saja pelakunya?
1994 – Harnoko Dewanto, pelaku pembunuhan 3 orang di Los Angeles, Amerika Serikat (Gina, Eri, Suresh). Vonis hukuman mati 1996 – Ny Astini, pelaku pembunuhan 3 orang di Surabaya. Vonis hukuman mati dan telah dieksekusi tahun 2005
1996 – Siswanto (Robot Gedhek), pelaku pembunuhan 6 anak jalanan di Jakarta. Vonis hukuman mati dan telah meninggal dunia pada 2007
1997 – Ahmad Suraji, pelaku pembunuhan 42 wanita di Medan. Vonis hukuman mati, telah dieksekusi pada 2008
2001- Rio Alex Bulo (Rio Martil), pelaku pembunuhan 4 orang di Jabar, Jateng, Jatim ditambah 1 orang selama di LP Nusakambangan. Vonis hukuman mati
2005 – Iptu Garibaldi Handayani, pelaku pembunuhan 7 orang di Jambi. Vonis hukuman mati
2007- Tubagus Yusuf Maulana (Dukun Usep), pelaku pembunuhan 8 orang di Lebak. Vonis hukuman mati, telah dieksekusi 2008
2008- Verry Idham Henyaksah (Ryan), pembunuhan terhadap 5 orang: 1 orang di Depok dan 4 orang di Jombang, Jawa Timur. Diduga masih ada korban-korban lainnya. Kasus masih dalam tahap penyidikan.(asy/asy)
info : detik.com
Beberapa kasus korupsi di Indonesia: 1. Kasus dugaan korupsi Soeharto: dakwaan atas tindak korupsi di tujuh yayasan 2. Pertamina: dalam Technical Assistance Contract dengan PT Ustaindo Petro Gas 3. Bapindo: pembobolan di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) oleh Eddy Tansil 4. HPH dan dana reboisasi: melibatkan Bob Hasan, Prajogo Pangestu, sejumlah pejabat Departemen Kehutanan, dan Tommy Soeharto. 5. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI): penyimpangan penyaluran dana BLBI 6. Abdullah Puteh: korupsi APBD.
Berikut ialah daftar para pejabat tinggi Indonesia yang pernah ditahan atau dipenjara karena kasus kriminal atau korupsi. Untuk pejabat yang ditahan karena kasus politik : Abdullah Puteh, mantan Gubernur Aceh Abilio Soares, mantan Gubernur Timor Timur, karena dakwaan ‘Dunia Internasional’ Akbar Tandjung Basuki (politikus), mantan ketua DPRD Surabaya Beddu Amang, mantan Kepala Bulog Bob Hasan, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Hendro Budiyanto, mantan direktur Bank Indonesia Heru Supraptomo, mantan direktur Bank Indonesia Hutomo Mandala Putra Soeharto, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Ida Bagus Oka, mantan Gubernur Bali dan Menteri Sosial M. Sahid, wakil walikota Bogor Mulyana W. Kusumah, anggota KPU Nazaruddin Sjamsuddin, ketua KPU Nurdin Halid, ketua PSSI Paul Sutopo, mantan direktur Bank Indonesia Rahardi Ramelan, mantan Menteri Perdagangan Rusadi Kantaprawira, anggota KPU Safder Yusacc, mantan sekjen KPU Said Agil Husin Al Munawar, mantan Menteri Agama Sri Roso Sudarmo, bupati Bantul Suyitno Landung, mantan kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Syafruddin Temenggung, mantan kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Menjadi tersangka kasus jual beli pabrik gula Rajawali III, dan ditahan pada 22 Februari 2006. Syahril Sabirin, mantan Gubernur Bank Indonesia Theo Toemion, mantan kepala BKPM
KESADARAN MASYARAKAT KITA AKAN LINGKUNGAN:
Dua hari yang lalu aku mencoba menelusuri salah satu daerah di sekitas daratan tinggi kota Salatiga tepatnya didaerah kecamatan tingkir, karena untuk sementara ini saya memang menetap di sini. Subhanalloh!! Berkali2 saya terkagum2 akan keindahan alam di sini. Menghirup udara yang benar2 bersih jauh dari kesan polusi yang memang sekarang ini menjadi polemic utama di daerah ibukota serta kota2 besar lainnya. Pada awal perjalanan saya, saya sempat membayangkan kondisi alam yang benar2 perawan. Sungainya mengalir jernih. Lahan2 pertanian subur, pokoknya sebagai fragmen kecil dari Indonesia yang dikenal GEMAH RIPAH LOHJINAWI yang jika di teropong dari atas laksana ZAMRUD KATULISTIWA. Semangat sekali ketika itu. Saya bahkan sempat melupakan jarak, ke tempat tujuan saya di daerah tingkir tengah..
Ketika saya dalam separuh perjalanan segala yang ada dalam pikiran saya sirna. Sedikit banyak saya mengalami kekecewaan, kesedihan setelah mengetahui kondisi riil di sepanjang salura irigasi. Disana-sini saya mendapati banyak sampah. Belum lagi adanya bangunan SMKN baru yang sarat akan dugaan penyelewengan kekuasaan(wajarlah Indonesia, begitu kata beberapa orang yang sudah lelah mendengar ketidakberesan di negeri ini). Nyata2 pembangunan sarana pendidikan tersebut kurang diperlukan oleh masyarakat sekitar, karena memang akses pendidikan disini baik. Apalagi pembangunan tersebut jelas Mengurangi debit air, yang tentu saja amat merisaukan petani.
Perjalan saya lanjutkan, saya semakin mendongkol tatkala melihat pepa2 besar membelah areal persahan. Kebetulan ada begian pipa yang bocor dan mennyemburkan air khas pegunungan yan sangat segar. Ternyata ini yang menjadi bahan pembicaraan warga, ya! Pipa PT DAMATEX yang perizinannya pun sarat akan politiik kepentingan beberapa orang. Jelas ini merupakan factor utama rusaknya ekosistem disini tentunya selain kesadaran masyarakatnya akan lingkungan.
SEBUAH PERENUNGAN:
TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT KITA BENAR-BENAR PARAH HINGGA SAMPAI PADA TAHAP MENGHAWATIRKAN, ENTAH ITU KESADARAN TUK HIDUP DENGAN SESAMANYA ATAU KESADARAN TERHADAP LINGKUNGAN/ALAM. MASYARAKAT KITA SEKARANG INI MULAI MENGARAH PADA MASYARAKT YANG EGOUISTIS, ACUH TERHADAP ORANG LAIN MAUPU ALAM SEKITARNYA. KEPEKAAN SOSIAL MEREKA SEPERTINYA HAMPIR TERKIKIS HABIS.
KALAU KITA TINJAU KEMBALI, SEBENARNYA HAL TERSEBUT BERAWAL DARI KURANGNYA KOMUNIKASI DIANTARA INIVIDU-INDIVIDU YANG MENJADI KOMPONEN DALAM MASYARAKAT, SEHINGGA SEMANGAT KEGOTONG-ROYONGAN YANG MENJADI CIRI KHAS MASYARAKAT KITA SEAKAN KEHILANGAN RUHNYA..

SADAR ATAUPUN TIDAK,SEBENARNYA MUARA DARI PERMASALAHAN TERSEBUT ADALAH KARENA MENTAL MASYARAKAT KITA TELAH TERKONTAMINASI OLEH KAPITALISME YANG DIUSUNG OLEH NEGARA-NEGARA BARAT DAN AMERIKA SERIKAT MELALUI INDUSTRIALISASI BESAR-BESARAN. BAHKAN SANG MENGKONTAMINIR MASYARAKAT KITA TELAH BERMETAMORFOSISMENJADI BERBANGAI BENTUK YANG TERKADANG TANPA SADAR KITA TELAH MEMBERI SUPPORT PADA BENTUK-BENTUK BARU KAPITALISME INI. KAPITALISME TELAH BERSENYAWA DENGAN SISTEM PENDIDIKAN, PERUNDANG2AN YANG TENTUNYA DI AWALI OLEH PERUBAHAN PANDANGAN HIDUP PARA TOKOH BANGSA SAAT INI. SARAT IRONIS MEMANG, KITA SEKARANG INI MERUPAKAN BANGSA BESAR YANG SEDANG DALA PROSES PENGERDILAN MENTAL, MENTALITAS BERBANGSA DAN BERNEGARA. DAN KITA AKAN MENJADI BENAR-BENAR KERDIL KALAU TIDAK SEGERA BERUBAH.
YANG LEBIH MENYEDIHKAN ADALAH KETIKA BANGSA INI MENGALAMI KETERPURUKAN, SEGELINTIR ORANG BERUSAH MEMANFAATKAN SITUASI DENGAN BERUSAHA MEMANCING DIAIR KERUH. MEREKA MENGGARONG HAK-HAK SAUDARANYA SENDIRI.
TAK PERLU KITA TERJEBAK DALAM MASA LALU DENGAN DENGAN SALING MENYALAHKAN MENGAPA BANGSA INI TERPURUK. APALAGI DENGAN MENUDING REZIM-REZIM TERTENTU SEBAGAI YANG PALING BERTANGGUNG JAWAB. KARENA ITU TIDAK AKAN MEMBAWA PERUBAHAN BERARTI. YANG TERPENTING SEKARANG INI ADALAH BAGAIMANA KITA MENGAWALI PERUBAHAN DARI SEKUP YANG LEBIH KECIL, YAKNI DIRI KITA SENDIRI. BUKANNYA SEPERTI POLITISI YANG KERJANYA SALING TUDING SANA SINI YANG TERNYATA KEMUDIAN MALAH MENJADI PESAKITAN KARENA MEREKA ADALAH PERAMPOK YANG BERTERIAK MALING.
SAMPAI KAPAN INI AKAN BERUBAH?????
KALIBENING,23 OKTOBER 2008